
Kurikulum Merdeka
Mewujudkan pembelajaran yang relevan, mendalam, dan memerdekakan potensi setiap siswa dalam jenjang SMA/Sederajat.

Apa itu Kurikulum Merdeka?
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.
Dalam jenjang SMA, kurikulum ini memberikan keleluasaan bagi sekolah dan guru untuk mengembangkan materi yang relevan dengan kebutuhan siswa dan kondisi lingkungan, serta fokus pada materi esensial dan pengembangan karakter Profil Pelajar Pancasila.
Struktur Kurikulum SMA
Pembelajaran dibagi menjadi dua fase utama untuk memastikan kedalaman dan fleksibilitas peminatan.
Fase E (Kelas X)
Fase ini merupakan fase fondasi di mana siswa mempelajari mata pelajaran umum yang serupa dengan di SMP. Tujuannya adalah untuk memperkuat wawasan dasar sebelum memilih mata pelajaran spesifik.
- Mapel Umum (IPA, IPS, Bahasa)
- Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
- Pengenalan Minat & Bakat
Fase F (Kelas XI & XII)
Fase pendalaman minat. Siswa memiliki kesempatan untuk memilih mata pelajaran pilihan sesuai dengan aspirasi karir dan minat mereka, tanpa sekat jurusan yang kaku (IPA/IPS).
- Kelompok Mata Pelajaran Umum
- Kelompok Mata Pelajaran Pilihan (MIPA, Sosial, Bahasa, Vokasi)
- Pendalaman Minat untuk Perguruan Tinggi
Ekstrakurikuler
Wadah bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan karakter kepemimpinan di luar jam pelajaran formal.
Pramuka
Basket & Futsal
Seni Tari & Musik
KIR & Robotik
English Club
Seni Lukis
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)
Selain intrakurikuler, sekitar 20-30% jam pelajaran didedikasikan untuk P5. Kegiatan ini berbasis projek (Project Based Learning) untuk menguatkan karakter dan kompetensi siswa.